| 1. Sebaiknya jangan bersnorkeling sendiri, usahakan selalu membawa teman disamping anda. Teman disini tidak harus lebih bagus kemampuannya dibanding anda. Akan tetapi teman ini akan bisa membantu anda apabila mengalami kesulitan apapun. Minimal dia dapat memberitahukan seseorang apabila ada bahaya menimpa anda. 2. Selalu cek terlebih dahulu alat yang akan anda pakai. Pengecekan alat sangat penting karena olah raga snorkeling bagi pemula sedikit banyak mengandung resiko. Cek apakah goggles atau masker tidak bocor, snorkelnya tidak bocor atau retak dan fin (sepatu katak) tidak robek dan masih lentur untuk digunakan. 3. Pakailah goggles/masker dengan benar Memakai goggles atau masker dengan benar membantu agar air tidak masuk ke dalam goggles. Benar dalam hal ini adalah sudah terasa lekat dengan wajah tanpa terasa ada aliran angin yang masuk. Coba cek dengan meniup dengan hidung apakah ada aliran angin yang keluar. Pastikan juga tidak ada rambut yang nyangkut ke masker/google tersebut. 4. Pakailah snorkel anda dan bernapaslah melalui mulut sebelum masuk air. Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan bernapas memakai alat snorkel walaupun kelihatannya mudah, tetapi sering ditemui beberapa orang yang mengalami kesulitan melakukannya. 5. Basuh masker dengan sabun atau Ludah Sebelum benar2 masuk ke air, basuhlah masker anda dengan sabun atau Ludah anda. Kemudian bersihkan dengan air. Ini berguna agar masker tersebut tidak berembun ketika digunakan. 6. Pakai Fin secara benar Pemakain fin secara benar membantu agar fin tidak terlepas ketika digunakan. Pakai juga yang sesuai dengan ukuran kaki anda, jangan sampai kebesaran atau kekecilan. 7. Bawalah alat komunikasi (peluit) Ini sangat berguna apabila anda tertinggal dari rombongan atau terpisah dari rombongan. Apabila dalam keadaan mendesak, hampir tidak mungkin teriakan anda terdengar oleh kawan lain dikarenakan jarak yang jauh dan kecepatan angin. peluit sangat membantu untuk anda. 8. Pastikan snorkel diatas air ketika snorkeling Ketika snorkeling apapun yang terjadi pastikan lubang snorkel diatas air. Snorkel berfungsi sebagai aliran udara pernapasan anda. Apabila sampai masuk ke air bisa-bisa anda menghisap air tersebut. 9. perhatikan gelombang perhatikan arah dan besarnya gelombang. Apabilang gelombang semakin membesar dan menurut anda sudah tidak layak untuk snorkeling. Jangan ditunda lagi segera berhenti snorkeling. 10. Jangan panik ketika snorkeling usahakan sesantai mungkin. Jangan takut, jangan panik dan jangan mengambil keputusan tergesa-gesa. Nikmati saja keindahan alam yang Tuhan ciptakan untuk anda. Selamat snorkeling |
Snorkelling merupakan salah satu cara untuk menikmati keindahan bawah laut secara langsung. Kegiatan ini cukup mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun. Anda hanya perlu rileks dan merasa nyaman ketika berada dalam air.
Teknik dasar snorkelling meliputi ketrampilan alat dan ketrampilan keselamatan. Ketrampilan alat di mana Anda harus menguasai penggunaan alat dalam air. Sedangkan ketrampilan keselamatan berarti nantinya Anda harus mampu menangani hal-hal yang mungkin terjadi saat snorkelling, misalnya kram.
Sebelum memulai aktivitas snorkelling di laut, ada baiknya untuk berlatih di kolam renang atau pantai untuk menguasai alat. Latihan biasanya tidak dibutuhkan waktu yang lama, ketika Anda sudah merasa nyaman dengan peralatan maka diperbolehkan snorkelling di laut.
Peralatan yang dibutuhkan untuk bersnorkelling bisa Anda sewa atau membeli sendiri, tergantung seberapa sering Anda melakukan aktivitas ini. Dan berikut beberapa peralatan snorkelling yang Anda butuhkan:
- Masker. Pastikan masket terpasang erat di wajah sehingga tidak kemasukan air. Lakukan pengetesan dengan cara menempelkan masker di wajah dan tarik napas. Jika masker tetap menempel di wajah tanpa perlu diikat maka masker sudah pas dan erat. Kaca masker harus berjenistempered glass sehingga jika pecah hanya akan membentuk retakan.
- Snorkel. Panjang snorkel umumnya sekitar 35 cm dan lebih baik memilih dengan valve sehingga mudah mengeluarkan air yang masuk dalam snorkel.
- Fins atau kaki katak. Kenyamanan harus menjadi nomer satu ketika Anda memilih fins. Fins terbagi menjadi dua jenis, full loot dan open heels. Jika memilih open heels maka Anda harus memakaibooties atau reef shoes.
- Pakaian. Anda bisa menggunakan wet suit atau skin suit tergantung suhu air. Anda juga bisa menggenakan legging dan kaus lengan panjang karena yang terpenting pakaian harus menutup seluruh tubuh agar tidak mengalami sengatan sinar matahari.
Berikut ini beberapa tips bersnorkelling yang perlu Anda perhatikan :
- Bernapas melalui hidung seperti biasanya dan hindari dahulu memelihara kumis. Jika Anda memiliki kumis, bisa menggunakan pelembab sebagi penggumpal kumis agar tidak terjadi kebocoran pada selang sehingga air laut ikut tersedot.
- Ketika berada di dalam air, cobalah untuk menengok ke atas untuk memantau keadaan di luar air. Hal ini untuk menghindari kedatangan perahu lain yang mungkin saja sedang berada di dekat Anda.
- Perhatikan suhu air, gelombang, arus, dan visibilitas ketika hendak bersnorkelling.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan dan ingin bersnorkelling.
Jika Anda pemula pastikan meminta guide untuk menemani. Perhatikan aturan-aturan yang diterapkan di aera snorkelling, misalnya dilarang menyentuh benda laut karena mungkin beracun. Olahraga snorkellingdapat dikatakan tidak memiliki resiko berbahaya selama Anda benar-benar mematuhi peraturan yang berlaku.
Olahraga arung jeram sendiri populer di Indonesia sejak tahun 90-an. Sebelumnya lebih banyak dilakukan pencinta alam sehingga menampilkan kesan bahwa arung jeram hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Sekarang semua bisa menikmatinya, karena pada dasarnya olahraga arung jeram bisa dilakukan siapa saja, tentunya dengan persyaratan tertentu untuk menjaga keselamatan.
Kegiatan Arung jeram sangat menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar, tetapi sangat memuaskan. Seperti kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi pengalaman yang sangat memuaskan. Perlu Anda ketahui bahwa seorang pemandu arung jeram (skipper) atau kadang disebut capten sangat berpengalaman untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Saat beratraksi maka Anda akan selalu mengenakan pelampung (life jacket) dengan daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga Anda berada di atas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram.
Ketika melintasi jeram, berteriaklah dengan keras sepuasnya karena itu adalah sah sah saja, hal ini juga mungkin paling tepat untuk melepaskan diri dari semua masalah yang membebani pikiran Anda. Adrenalin Anda pun akan dipacu berpadu dengan kekaguman akan keindahan alam
Apabila Anda tidak bisa berenang maka tidak perlu khawatir. Karena banyak orang yang tidak dapat berenang justru mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Penting diketahui bahwa Anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai.
Temukan Info lebih lengkap mengenai arung jeram
Downhill merupaka sebuah kegiatan yang dilakukan dari tempat yang memiliki ketinggian tertentu dengan cara bersepeda dan menurun kebawah. Banyak berbagai macam rintangan ditemui jika anda menggeluti aktivitas olahraga yang termasuk ekstrem ini. Untuk para penggila olahraga ekstream, Downhill lah olahrga yang tepat untuk memuaskan hasrat bagi para penikmat adrenalin. Adrenalin adalah sebuah hormon yang memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh kita. Tidak hanya gerak, hormon ini pun memicu reaksi terhadap efek lingkungan seperti suara derau tinggi atau cahayayang terang. Reaksi yang kita sering rasakan adalah frekuensi detak jantung meningkat, keringat dingin dan keterkejutan. Oleh karena itu banyak manusia yang sebagian besar memiliki hobi memacu adrenalin nya sendiri dengan berbagai macam cara. Untuk sebagian orang memilih kegiatan memacu adrenalinnya sendiri dengan cara bersepeda Downhill yang menuruni sebuah bukit dengan kecepatan semaksimal mungkin yang curam dan banyak sekali rintangan nya.
Jelas hal ini dapat cepat memicu adrenalin seseorang yang melakukannya, karena kecepatan dan ketinggianlah salah satu hal yang dapat memicunya adrenalin seseorang muncul dengan cepat. Untuk sebagian orang hal-hal ini termasuk hal yang dapat mencelakakan dirinya sendiri, bagaimana tidak, menuruni bukit curam dengan sepeda ditambah dengan kecepatan. Jelas dapat dengan mudah sekali menimbulkan cidera apa bila terjatuh pada saat melakukan hal tersebut. Oleh karena itu yang di utamakan dalam olahraga ini adalah keselamatan sang pelakunya.
Cidera, kata-kata cidera tak terlepas bagi para penikmat pemacu adrenaline, khususnya Downhill. Bagi para penikmat Downhill tentunya pernah mengalami cidera baik itu cidera ringan atau pun cidera parah. Banyak hal-hal yang mengakibatkan cidera dalam dunia olahraga. Olahraga biasa saja sering kita jumpai orang yang mengalami cidera, apalagi olahraga ekstrem seperti Downhill ini jelas tak luput dari kecelakaan yang di alami si pengendara.
Biasanya para pengendara mengalamai terkilir di tangan ataupun kakinya akibat terjatuh dari bukit yang curam ditambah dengan kecepatan itu sendiri. ‘’Saya pernah mengalami retak di lengan saya karena pada saat itu saya ingin melompati sebuah rintangan yang panjang nya 4 meter dan tingginya 5 meter’’ ujar Reza pembalap lokal yang sering melanglang buana di olahraga balap sepeda Downhil.
Safety First atau keselamatan yang nomer satu sangat lah diterapkan dalam olahraga Downhill ini, karena apabila kita tidak memikirkan keselamatan fatal akibatnya untuk diri kita sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga keselamatan di olahraga Downhill yaitu:
- Pertama sebelum kita berpacu dengan sepeda, kita harus menggunakan helm full face khusus Downhill, ini berguna untuk melindungi kepala kita dari benturan ketika kita terjatuh.
- Kedua kita harus memakai Leat Brace atau pelindung leher, ini sangat penting untuk melindungi leher sang pengendara apabila terjatuh tidak menyebabkan terkilirnya di daerah leher.
- Ketiga sang pengendara harus menggunakan Elbow Pad dan Knee Pad, atau yang biasa disebut juga dengan pelindung kedua lutut dan kedua siku tangan kita. Ini berfungsi untuk melindungi kedua sikut dan lutut apabila pada saat terjatuh tidak mengalami luka.
- Keempat sang pengendara harus memakai Googles atau kacamata khusus yang dipasangkan pada helm. Googles ini berfungsi untuk melindungi mata kita dari debu atau ranting-ranting pepohonan yang apabila terkena mata akan sangat amat mengganggu.
- Kelima yang harus digunakan adalah Gloves atau sarung tangan yang berguna untuk melindungi telapak tangan kita dari goresan batu apabila kita terjatuh. Dan yang terkhir adalah Shoes atau sepatu,ini ada 2 jenis sepatu yang dipergunakan untuk Downhill, ada yang jenis Cleat dan Flat. Berguna sekali untuk melindungi pergelangan kaki para pengendara. Semua itu adalah hal-hal yang sangat amat penting yang perlu kita perhatikan dalam melakukan olahraga sepeda Downhill. Karena keselamtan lah hal yang terpenting dalam kita melakukan sebuah olahraga yang memacu adrenalin.
Dari segi kesehatan jelas olahraga adalah suatu aktivitas dimana kita ingin mendaptkan kondisi tubuh yang prima. Setiap orang melakukan olahraga pastilah mencari sesuatu, entah itu untuk mendaptkan kesehatan dan juga untuk menjaga kondisi tubuh kita. Apakah dengan olaharga yang sering memacu adrenalin akan membuat kita semakin sehat atau bahkan semakin tidak membaik. Olahraga ekstrem bukan hanya bisa memacu adrenalin, namun bisa memberikan manfaat bagi kesehatan yang tidak sedikit. Saat sedang stres berat misalnya, melakukan olahraga ekstrem bisa menjadi solusinya. Ada beberapa karakteristik umum yang membedakan olahraga ekstrem dengan olahraga lain pada umumnya. Meskipun tidak eksklusif untuk anak muda, namun olahraga ekstrem cenderung dilakukan oleh mereka yang berusia 15 sampai 45 tahun. Ciri khas lainnya adalah olahraga ekstrem tidak dipraktikkan dalam kegiatan olahraga di sekolah, serta cenderung dilakukan individual daripada berkelompok.
Mereka yang melakukan olahraga ekstrem biasanya mendapatkan bimbingan khusus terlebih dahulu dari para ahli yang telah berpengalaman sebelum melakukannya. Olahraga ekstrem juga memiliki kekhususan tersendiri. Apabila olahraga lainnya mengedepankan persaingan dengan kompetitor, maka olahraga ekstrem berfokus pada menaklukkan rasa takut diri sendiri dan bagaimana kita bisa menghadapi tantangan alam. Variabel-variabel lingkungan yang tidak bisa ditebak, seperti cuaca dan medan yang terkait termasuk ketinggian, angin, air, salju dan dataran ekstrem, menjadi bagian dari tantangan yang harus bisa ditaklukkan para penikmat olahraga ekstrem.
Olahraga sepeda gunung dimulai pada 1970-an di California, Amerika Serikat. Gunung Tamalpais, lebih dikenal dengan Mt. Tam secara luas dianggap sebagai tempat asal olahraga sepeda gunung. Tokoh-tokoh yang dikenal sebagai pendiri olahraga sepeda gunung antara lain Joe Breeze, Gary Fisher, Charlie Cunningham, Keith Bontrager dan Tom Ritchey yang mengalihkan sepeda jenis penjelajah dan sepeda berban balon menjadi mesin bertenaga manusia yang mampu melewati berbagai kondisi jalan. Penemu olahraga sepeda gunung adalah pesepeda downhill murni. Mereka mengangkut sepeda ke atas gunung dengan truk dan berpacu menuruni bukit (downhill). Mereka menggunakan rem coaster dalam rangka mengurangi kecepatan di turunan. Namun, rem jenis ini menjadi panas selama jalur menurun sehingga mereka harus melumuri kembali dengan pelumas sebelum jalur turunan berikutnya. Mekanisme rem ini kemudian digantikan dengan rem cantilever yang lebih ringan dan kuat. Pada saat yang sama, para pesepeda merasa mereka perlu mendaki bukit atau gunung untuk menikmati berkendara di tanjakan, maka lahirlah sepeda dengan multi-speed dilengkapi persneling dan gigi sebagai bantuan mendaki bukit dan gunung bagi pesepeda.
Banyak yang berubah setelah 1970-an. Popularitas berkembang dan banyak perusahaan mengambil langkah untuk menyatakan perhatian. Sekarang, komponen khusus untuk sepeda gunung telah dikembangkan untuk performa sepeda gunung yang lebih baik. Seseorang bisa menggunakan sepeda suspensi penuh dengan cakram rem lebih murah dibanding road bike berkaliber sama. Meningkatnya jumlah pembalap profesional membantu perkembangan teknologi sepeda gunung. Seiring meningkatnya level kompetisi, level performa sepeda gunung juga meningkat, memastikan pesepeda level amatir mengendarai sepeda berteknologi siap lomba dengan harga terjangkau.
Selama awal 1990-an, para juara seperti John Tomac dan Ned Overend mendominasi ajang lomba sepeda gunung. Di tahun 1996, event sepeda gunung pertama Atlanta Olympic diselenggarakan. Juaranya adalah Bart Jan Brentjens dari Belanda. Pada 1995, game ekstrim pertama diselenggarakan di berbagai kota di Amerika. Salah satunya adalah ajang Downhill Mountain Biking. Di 1997, Winter X-Games lahir, tentu dengan lomba sepeda gunung juga.
Dibanding kegiatan luar ruang lainnya, olahraga dan rekreasi sepeda gunung tergolong baru. Sejak 1970-an, banyak aspek sepeda gunung dikembangkan dan diperbaiki orang seiring ditemukannya berbagai gaya mengendarai sepeda gunung mereka. Sebagai tambahan, ratusan jenis dan macam peralatan dan perlengkapan tersedia di pasaran untuk memenuhi kebutuhan ribuan peminat. Evolusi tak terhindarkan ini memantapkan jalan para pesepeda gunung untuk menikmati olahraga sepeda gunung secara lebih baik dan bagi banyak orang untuk mencoba olahraga menakjubkan ini.
Judo mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1942 ketika tentara Jepang mulai menduduki Indonesia. Pada hari-hari tertentu tentara Jepang berlatih Judo di lingkungan asramanya, lama kelamaan tentara Jepang bergaul dan bersahabat dengan orang-orang lingkungan asrama tentara Jepang, maka orang Indonesia yang menjadi sahabat dekat tentara Jepang ikut berlatih Judo dan dipilih betul-betul sangat selektif dengan tujuan jangan sampai membahayakan keberadaan tentara Jepang di Indonesia pada waktu itu.
Pada tahun 1949 berdiri perkumpulan Judo pertama di Jakarta bernama “Jigoro Kano Kwai” yang di pimpin oleh J.D. Schilder (orang Belanda). Perkumpulan tersebut berlatih di gedung YMCA, jalan Nusantara, Jakarta. Anggota perkumpulan Judo tersebut terdiri dari berbagai lapisan antara lain Pelajar, Mahasiswa, Umum, ABRI, anak-anak, orang dewasa, pria dan wanita. Selain belajar Judo mereka juga belajar Jiujitsu (salah satu jenis beladiri Jepang) yang merupakan induk dari olahraga Judo. Pada waktu itu perkumpulan-perkumpulan Judo yang masih berdiri sendiri-sendiri atau belum ada organisasi yang lebih besar yang menaunginya.
Pada tanggal 20 Mei 1955, didirikan perkumpulan Judo yang diberi nama “Judo Institute Bandung” (JIB) oleh Letkol Abbas Soeriadinata, Mayor Uluk Wartadireja, Letkol D. Pudarto, Pouw Tek Siang, dengan pelatih Tok Supriadi (orang Jepang).
Pada tanggal 25 Desember 1955 dibentuk organisasi Judo Indonesia yang diberi nama Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) sebagai organisasi Judo tertinggi di Indonesia, yang mengatur dan mengelola kegiatan Judo secara Nasional maupun Internasional. Pada tahun itu juga PJSI telah diakui oleh Komite Olympiade Indonesia sebagai Top Organisasi Judo di Indonesia. Pada tahun yang sama Indonesia secara resmi mendaftar dan diterima sebagai anggota International Judo Federation (IJF) yang menjadi organisasi Judo tertinggi di dunia.
Tahun 1957, Judo untuk pertama kalinya diikut sertakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) IV di Makasar, Sulawesi Selatan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Tahun 1958 – 1959, ketua Komisi Tekhnik Persatuan Judo Indonesia Djakarta (PJID) yaitu Dachjan Elias, Dan IV berangkat ke negara Jepang untuk memperdalam pengetahuan olehraga Judo. Sekembalinya dari Jepang ia segera mengamil langkah-langkah untuk menggiatkan organisasi, sehingga dalam waktu satu tahun terbukti organisasi PJID lebih dikenal oleh masyarakat Judo termasuk di daerah-daerah di luar Jakarta.
Tahun 1960, PJSI akhirnya melakukan pendekatan kepada PJID untuk berfusi menjadi satu organisasi. PJID menyambut dengan tangan terbuka ajakan PJSI karena hal itu yang ditunggu-tunggu dan telah menjadi cita-cita dari PJID sejak awal didirikannya. Dalam Kongres ke II tanggal 20 Desember 1960 di Bandung, dibentuklah satu PJSI baru yang merupakan gabungan dari PJSI lama dan PJID dengan susunan pengurus bangsa Indonesia didalamnya. Setalah bergabung maka hanya ada satu organisasi saja yaitu PJSI dengan kemajuan-kemajuan yang pesat.
Tahun 1961, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke V di Bandung diikuti oleh pejudo-pejudo pilihan dari berbagai macam daerah yang tadinya tidak pernah ada kesempatan untuk ikut bertanding. Jago baru muncul dan bibit penuh bakat nampak mengesankan, sebagai juara I pada waktu itu adalah Soedjono yang mewakili dari daerah Riau.
Tahun 1962, dalam Asian Games IV di Jakarta Judo tidak termasuk olahraga yang dipertandingkan tetapi bersifat demonstrasi. Perhatian masyarakat terhadap Judo waktu itu sangat besar. Indonesia berhasil menduduki tempat kedua dalam beregu setelah jepang sebagai negara asal dari olahraga beladiri ini. Tahun 1964, Pejudo Indonesia turut serta dalam persiapan Olympiade 1964 di Tokyo, Jepang. Tahun 1966, Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) mengadakan Kongresnya di Jakarta. Pada tahun ini juga Pejudo Indonesia ikut serta dalam GANEPO ASIAN ke I di Kamboja yang hasilnya sebagai berikut :
1. Anton Darmadja Juara III kelas bulu
2. Fanny Setiawan Atmadja Juara III kelas ringan
3. Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
4. Pieter Rusdhan Tandjono Juara III kelas berat
Tahun 1967, Indonesia ikut dalam Kejuaraan Judo Se-Asia di Manila, Philipina, dipimpin oleh Dachjan Elias. Hasilnya antara lain :
1. Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
2. Paulus Prananto Juara III kelas berat.
Pada tahun 1967 juga pejudo Indonesia ikut serta dalam Universiade di Tokyo, Jepang dimana Indonesia berhasil memperoleh medali perunggu yang merupakan satu-satunya medali bagi kontingen Indonesia yang direbut oleh Tony Admadjaja dalam kelas bebas.
1. Anton Darmadja Juara III kelas bulu
2. Fanny Setiawan Atmadja Juara III kelas ringan
3. Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
4. Pieter Rusdhan Tandjono Juara III kelas berat
Tahun 1967, Indonesia ikut dalam Kejuaraan Judo Se-Asia di Manila, Philipina, dipimpin oleh Dachjan Elias. Hasilnya antara lain :
1. Tony Atmadjaja Juara III kelas menengah
2. Paulus Prananto Juara III kelas berat.
Pada tahun 1967 juga pejudo Indonesia ikut serta dalam Universiade di Tokyo, Jepang dimana Indonesia berhasil memperoleh medali perunggu yang merupakan satu-satunya medali bagi kontingen Indonesia yang direbut oleh Tony Admadjaja dalam kelas bebas.
Tahun 1968, PJSI yang berkembang dengan baik serta mendapat dukungan positif, dan bersama daerah-daerah/Komda-Komda mengadakan Kongres ke IV, bersamaan dengan diadakan kejuaraan Nasional. Pada bulan Oktober 1968, Indonesia sebagai anggota Judo Federation Of Asia diundang untuk hadir dalam Kongres JFA ke II di Tokyo, Jepang.
Tahun 1969, pada bulan Agustus/September diadakam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke VII di Surabaya, cabang olahraga Judo dipertandingkan.
Tahun 1970, pada bulan Mei, Indonesia menghadiri Kongres ke IV, Judo Federation Of Asia yang sekarang menjadi Judo Union Of Asia (JUA). Pada saat itu juga diadakan kejuaraan Judo se Asia ke II, bertempat di Taipeh, Taiwan. Dalam pertandingan Judo perorangan, Indonesia berhasil merebut mendali perunggu pada kelas ringan dipersembahkan oleh pejudo Johannes Hardjasa. Sedangkan dalam beregu Indonesia berhasil merebut Juara III.
Tahun 1971, Indonesia mengikuti kejuaraan dunia di Ludwighafen, Jerman Barat dan mengikuti Kongres International Judo Federation (IJF). Dalam kejuaraan dunia Indonesia diwakili oleh empat pejudo yaitu : 1. Tony Atmadjaja kelas ringan dan kelas berat, 2. Fanny Atmadjaja kelas menengah, 3. Hendri Atmadjaja kelas menengah, 4. Iswandi Setiawan kelas ringan. Indonesia termasuk dalam “16 Besar” untuk kelas ringan, yaitu urutan ke 12.
Tahun 1972, bulan Agustus/September, PJSI mengikuti Kongres IJF di Muenchen, Jerman Barat. Utusan Indonesia adalah ketua harian PJSI yaitu Soedjono. Tahun 1973, diselenggarakan PON ke VIII di Jakarta dari tanggal 4-15 Agustu. Judo termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan dalam PON sampai sekarang.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa olahraga Judo di Indonesia sudah lama dikenal dan digemari oleh masyarakat. Perkembangan Judo di Indonesia cukup pesat baik dari segi organisasi dan prestasi para pejudo sudah dapat di banggakan dan sudah dapat berbicara di tingkat Internasional sejak tahun 1960-an sampai sekarang.
PJSI terus menerus mengikuti kegiatan Judo baik di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun tingkat Dunia seperti Olympiade. Sukses yang paling banyak diraih pejudo Indonesia adalah dalam Sea Games, beberapa kali para pejudo Indonesia merebut medali emas terbanyak Sea Games. Para pejudo Indonesia yang pernah mencatat prestasi yang baik di arena pertandingan Internasional setelah para pendahulunya yang disebutkan diatas, antara lain : Ferry Pantaow, Anton Hartono, Yono Budiono, Raymond Rochili, Haryanto Chandra, Djumantoro, Elly Amalia, Eni, Fenni Pantouw, Ida Irianti Kandi, Bambang Prakasa dan lain-lain. Pejudo Indonesia yang menonjol prestasinya tahun 1990-an sampai sekarang antara lain : Krisna Bayu, Dwi, Pieter, Wayan, Maya, Aprilia, Syanti, Tati, Ira Mayasari dan lain-lain. Organisasi PJSI digarap dengan cermat oleh Kwartet H. Muchdi, Dachjan Elias, Soedjono dan Hamidin RH. Pimpinan tertinggi atau ketua umum pernah di jabat oleh H. Muchdi, LetJen TNI Wismoyo Arismunandar, Mayjen TNI Hendro Priyono dan sejak tahun 2003 sampai sekarang dijabat oleh Ir. MP Simatupang.
Tahun 1970, dalam masa kepemimpinan Ir. Soehoed yang waktu itu menjabat Menteri Perindustrian, mulai dilakukan TC jangka panjang untuk pejudo-pejudo muda potensial dan di bangun pusat pelatihan Judo Nasional di Ciloto, termasuk Hotel Lembah Pinus, sekaligus sebagai cabang olahraga pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas latihan sendiri yang terbaik saat itu.
Tahun 1990-an, pada masa kepemimpinan Letjen TNI Wismoyo Arismunandar, yang waktu itu menjabat Kastaf TNI AD, tempat para pejudo Indonesia ditempa di Ciloto diperluas lagi dengan membangun Padepokan Judo Indonesia (PJI). Pada waktu itu prestasi Judo Indonesia khususnya di Asia Tenggara (Sea Games) selalu berhasil merebut medali emas terbanyak dan olahraga Judo semakin banyak diminati masyarakat di Indonesia. (from: http://www.judo-ind.com)
PENGERTIAN JUDO
Pengertian Judo Judo terdiri dari dua suku kata, yaitu JU dan DO. JU berarti halus atau lembut, sedangkan DO adalah cara atau jalan. Jadi arti kata Judo adalah “cara yang halus atau jalan yang lembut”, sedangkan jujitsu adalah “teknik yang halus”.
Sebagai salah satu cabang olah raga, Judo dibatasi oleh berbagai peraturan yang terdiri dari :
- Bantingan : dimana kaki seorang peserta terangkat (diangkat) dari matras dan tubuhnya dibanting dengan punggung yang jatuh menyentuh matras terlebih dahulu karena dibanting lawannya.
- Dekapan : dimana salah seorang peserta telah kehilangan control dalam dekapan lawan diatas matras.
- Mengunci lengan : tekanan yang diberikan pada siku atau pundak seorang peserta oleh peserta lain dalam usaha membuatnya menyerah.
- Tanda menyerah dinyatakan dengan tepukan pada matras atau badan lawan dengan tangan atau kaki. Bila tangan atau kaki terkunci sehingga tidak bisa bergerak, tanda menyerah bisa dlakukan dengan teriakan..
- Cekikan : membatasi mengalirnya hawa kedalam kerongkongan dan membatasi mengalirnya darah kekepala – adalah tanda bahaya untuk segera menyerah. Penundaan memberikan tanda menyerah pada cekikan ini dapan menyebabkan hilangnya kesadaran atau pingsan untuk semnetara waktu.
Syarat mutlak penguasaan suatu teknik Judo dengan cara melakukan latihan fisik. Namun kunci pokok adalah “peningkatan penguasaan diri dengan penuh kesabaran untuk mengatasi rasa sakit dan kekalahan” yang sudah menjadi system nilai masyarakat Jepang. Latihan Judo memadukan potensi jiwa dan raga yang harus seimbang.
Disarikan dari buku “Dasar-dasar JUDO” dan “Beladiri JUDO”
Teknik Judo
Pembagian Teknik Judo Secara garis besar, teknik dalam olah raga beladiri Judo dibagi atas tiga bagian besar. Masing-masing bagian ini kemudian dipecah lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Ketiga bagian teknik utama tersebut yaitu :
- Nange Waza ( Teknik Melempar ), terdiri atas 2 bagian ; Tachi Waza, yaitu teknik melempar sambil berdiri. Sutemi Waza, yaitu teknik melempar sambil menjatuhkan diri.
- Katame Waza ( Teknik Permainan Bawah ), terdiri atas 3 bagian ; Osekomi Waza, yaitu teknik kuncian Shime Waza, teknik cekikan Kansetsu Waza, teknik patahan sendi
- Atemi Waza ( Teknik memukul atau menendang ), terdiri 2 bagian ; Ude Ate, yaitu menyerang dengan tangan Ashi Ate, yaitu menyerang kaki
• SEJARAH PANJAT TEBING DUNIA
- 1910 Kegiatan panjat tebing mulai dikenal pertama kali di kawasan Eropa, tepatnya di pegunungan Alpen, sebelum PD I di Austria., Teknik pemanjatan tebing dengan menggunakan tali baru dikenal pada tahun 1920. Tahun 1930 adalah tahun keemasan pemanjatan di kawasan Alpen. Mulai daritebing kecil, menengah hingga puncak -puncak tertinggi. Klimaksnya pada saat PD II meletus. PD menyebabkan frekuensi pemanjatan menurun, akan tetapi setelah PD berakhir membawa pengaruh pesat pada penciptaan dan pengadaan peralatan panjat tebing yang semakin mudah didapatkan.
- 1910 Kegiatan panjat tebing mulai dikenal pertama kali di kawasan Eropa, tepatnya di pegunungan Alpen, sebelum PD I di Austria., Teknik pemanjatan tebing dengan menggunakan tali baru dikenal pada tahun 1920. Tahun 1930 adalah tahun keemasan pemanjatan di kawasan Alpen. Mulai daritebing kecil, menengah hingga puncak -puncak tertinggi. Klimaksnya pada saat PD II meletus. PD menyebabkan frekuensi pemanjatan menurun, akan tetapi setelah PD berakhir membawa pengaruh pesat pada penciptaan dan pengadaan peralatan panjat tebing yang semakin mudah didapatkan.
- 1970 Panjat Tebing , ketika para pemanjat Amerika mengembangkan teknik-teknik baru di kawasan Yosemite.
Teknik-teknik ini sampai saat ini masih digunakan dalam pemanjatan tebing-tebing besar. Rata – rata yang mendomisili pengembangan dunia olahraga ini adalah pemanjat Amerika dan Inggris yang kemudian menggunakan sistem dan teknik yang sama, yang sebelumnya terkotak kotak menurut negaranya masing masing. Selain itu juga turut berperan dalam pengembangan kegiatan ini adalah negara Perancis yang menawarkan teknik pemanjatan yang mengarah pada olahraga murni.
Teknik-teknik ini sampai saat ini masih digunakan dalam pemanjatan tebing-tebing besar. Rata – rata yang mendomisili pengembangan dunia olahraga ini adalah pemanjat Amerika dan Inggris yang kemudian menggunakan sistem dan teknik yang sama, yang sebelumnya terkotak kotak menurut negaranya masing masing. Selain itu juga turut berperan dalam pengembangan kegiatan ini adalah negara Perancis yang menawarkan teknik pemanjatan yang mengarah pada olahraga murni.
- 1980 perkembangan panjat tebing semakin meluas mulai dari Eropa, Amerika hingga Asia. Sehingga membuatnya terlepas dari induknya (mendaki gunung) dan membentuk wujudnya sendiri yaitu olah raga panjat tebing.
• SEJARAH PANJAT TEBING INDONESIA
- 1960 Di Indonesia panjat tebing dikenal sejak tahun 60`an dimana berdiri beberapa perkumpulan/kelompok Pecinta Alam Universitas Indonesia dan Wanadri yang mempunyai akar kegiatan mendaki gunung.
- 1975 kegiatan panjat tebing secara utuh dan tersendiri .
Waktu itu beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tonggak kebangkitan Panjat Tebing Indonesia antara lain Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Deddy Hikmat mulai latihan di tebing Citatah, Jawa Barat.
Waktu itu beberapa orang yang sekarang dikenal sebagai tonggak kebangkitan Panjat Tebing Indonesia antara lain Harry Suliztiarto, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu dan Deddy Hikmat mulai latihan di tebing Citatah, Jawa Barat.
- 1988 kantor Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) mengundang 3pemanjat profesional Perancis yaitu; Patrick Bernhault, Jean Baptise Tribout dan Corrine Lebrune serta seorang instruktur Teknis Panjat Tebing Jean Harau yang kemudian memunculkan inspirasi untuk mendirikan FGTI
- 1989FEDERASI PANJAT TEBING GUNUNGINDONESIA (FPTGI) dan melalui ikrar yang dikeluarkan oleh sekitar40`an orang dari perkumpulan PA yang ada di Jakarta, Bandung, Padang, Medan, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Ujung Pandang di Tugu Monas tanggal 21 April 1988.
- 1992FPTGI kemudian berubah nama hanya menjadi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan FPTI diakui menjadi anggota Union Internationale des Assosiations d`Alpinisme (UIAA) yang mewadahi organisasi panjat tebing dan gunung internasional. UIIA merupakan organisasi olahraga dunia yangbertaggung jawab pada semua kegiatan olahraga dunia termasuk Olimpiade.
- 1994 secara resmi FPTI diakui sebagai induk olahraga panjat tebing oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)
- 1996 Sejak itu Olahraga Panjat Tebing diikutkan dalam PON